29 Tahun Terpisah, Kini Baru Berjumpa

29 Tahun Terpisah, Kini Baru Berjumpa

29 Tahun Terpisah, Kini Baru Berjumpa

Selama 29 tahun terpisah, alumni SMP Ganesa 89 kembali berkumpul dalam sebuah acara

reuni untuk melepas rasa kangen sekaligus mengenang masa ketika berseragam putih-biru di Jalan Veteran 26, Kota Bogor, (29/4).

“Pertemuan lima jam tidak cukup untuk melepas rasa kangen dengan teman-teman semasa minimba ilmu di SMP Ganesa. Karena sejak lulus tahun 1989 lalu, mayoritas tak pernah bertemu,” kata salah seorang alumni, Tati Kurniati, kepada wartawan.

Lantaran tak pernah bertemu dalam waktu yang cukup lama, jelas Tati,

banyak dari rekan-rekannya yang saling terdiam saat berjabat tangan karena tak hafal dengan nama maupun wajah. Sebab, umumnya sudah berubah meski ada sebagian kecil rekan-rekannya yang tetap seperti masa SMP.

“Itulah momen yang paling mengharukan. Semua alumni yang hadir raut wajahnya terlihat gembira, bahkan ada yang tersipu malu ketika berhadapan dan bertatap muka dengan orang yang ditaksir semasa sekolah,” ujarnya.

Ketua Panitia Reuni, Wawan Suwardi, mengatakan bahwa reuni alumni 89 SMP

Ganesa ini tujuan utamanya untuk mendekatkan teman-teman yang terpisah selama 29 tahun. “Reuni bukanlah menjadi acara pertama dan terakhir, kami merencanakan nantinya ada pertemuan terjadwal, agar tali silaturahim antar sesama alumni tetap terjaga,” katanya.

Wawan menerangkan, reuni ini terlaksana karena adanya permintaan dari sebagian rekan-rekannya yang sebelumnya telah berkumpul. “Awalnya saya sendiri sanksi apakah bisa mengumpulkan teman-teman di satu tempat. Tapi keraguan itu langsung sirna, ketika melihat hari ini (kemarin-red) yang hadir melampaui target,” ungkapnya.

Wawan mengapresiasi kinerja panitia, khusus tim pencari alamat yang tak kenal lelah melacak keberadaan teman-teman alumni. “Ini bukan pekerjaan mudah, tapi tim bagian humas yang dikomandani Pak Cilik Khairialgus dan Pak Arif dibantu yang lainnya mampu melaksanakannya, di mana sebagian alamat alumni berhasil ditemukan, sehingga mereka bisa datang di acara reuni,” katanya.

Ketua Tim Humas Reuni Cilik Khairiliagus membenarkan bagian tersulit mencari alamat teman-teman alumni. “Tim hanya dibekali data dari sekolah yang berisi nama dan alamat teman alumni. Data tersebut kami lacak dengan mendatangi alamat lama orangtua alumi, tapi hanya sebagian kecil yang masih tinggal di sana,” katanya.

 

Baca Juga :