Bentuk-Bentuk Akomodasi

Bentuk-Bentuk Akomodasi

Bentuk-Bentuk Akomodasi

Berikut bentuk-bentuk akomodasi :

1) Toleransi

watak seseorang atau kelompok guna menghindari adanya perselisihan. Individu yang memiliki sifat seperti ini disebut tolerant.

2) Kompromi

terdapat masing-masing pihak yang saling mengerti pihak lain yang pada akhirnya pihak tersebut mengurangi tuntutannya supaya mendapatkan jalan keluar dari perselisihan yang terjadi. Kompromi dapat disebut dengan perundingan.

3) Koersi

salah satu bentuk akomodasi yang mana proses pelaksanaannya tersebut memakai cara paksaan. Pemaksaan dapat terjadi jika terdapat 1 pihak yang menduduki posisi yang kuat, sedangkan pihak lain tersebut ada dalam posisi lemah.

4) Arbitration

proses akomodasi yang mana proses pelaksanaannya memakai pihak ketiga yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari pihak-pihak yang sedang bertentangan tersebut. Penentuan dari pihak ketiga harus disepakati terlebih dahulu oleh 2 pihak yang berkonflik. Keputusan dari pihak ketiga bersifat mengikat.

5) Mediasi

menggunakan pihak ketiga yang bersifat netral guna menyelesaikan permasalahan dari kedua belah pihak. Berbeda dengan arbitration, keputusan dari pihak ketiga bersifat tidak mengikat.

6) Concilation

usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak yang sedang berselisih supaya dapat tercapai persetujuan bersama. Pada umumnya concilation dilaksanakan dengan melalui perundingan.

7) Ajudication

usaha penyelesaian masalah dengan melalui proses pengadilan. Biasanya ajudication dilaksanakan sebagai alternatif terakhir untuk menyelesaikan masalah dari pihak-pihak yang sedang berkonflik.

8) Stalemate

stalemate seperti balance of power (politik keseimbangan) yang pada akhirnya pihak-pihak yang sedang berselisih hingga pada titik kekuatan yang seimbang. Posisi tersebut sama seperti zero option atau titik nol yang sama-sama dapat mengurangi kekuatan serendah mungkin. 2 belah pihak yang sedang berkonflik tidak dapat untuk maju atau mundur.

9) Segregasi

upaya untuk saling memisahkan diri atau menghindar di antara berbagai pihak yang sedang bertentangan untuk mengurangi ketegangan.

10) Gencatan senjata

penangguhan permusuhan dalam kurun waktu tertentu. Masa penangguhan tersebut dipakai guna mencari upaya untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.


Sumber:

https://www.dosenpendidikan.co.id/