Dindikbud Banten Godok Aturan Penerimaan Siswa SMA/SMK

Dindikbud Banten Godok Aturan Penerimaan Siswa SMA/SMK

Kebijakan Aneh Mendikbud Soal Zonasi Pendidikan

Dinas Pendidikan dan Kabudayaan (Dindikbud) Banten saat ini tengah menggodok peraturan

yang nanti akan dituangkan menjadi peraturan gubernur (Pergub) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA/SMK tahun ajaran 2019/2020.

Plt Sekretaris Dindikbud Banten, Ujang Rafiudin , Kamis (9/5) mengatakan, secara umum pihaknya siap menggelar PPDB 2019. Hal itu juga mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudyaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018.

“Itu acuannya. Nanti akan diturunkan menjadi Pergub. Kita lagi susun pergubnya mudah-mudahan minggu ini selesai,” katanya.

Ia menjelaskan, proses PPDB masih mengacu pada sistem zonasi.

“Jadi 90 persen itu zonasi murni, lima persen zonasi yang berdasarkan mutasi dan sisanya

berdasarkan prestasi baik akademik maupun non akademik. Dan itu dibuktikan melalui sertifikat yang dikeluarkan kabupaten/kota ataupaun provinsi. Dan itu syarat khusu untuk SMA,” paparnya.

Sedangkan untuk SMK, lanjut Ujang, tidak akan memakai sistem zonasi. Ditiadakannya sistem zonasi itu untuk menghindari adanya sekolah favorit.

“Jadi kalau dulu kan ada yg d favoritkan. Makanya dengan ini tidak ada lagi sekolah favorit. Semua peserta didik boleh masuk dan sekolah wajib menerima,” ujar Ujang.

Untuk sistem PPDB, Ujang mengaku masih menggunakan sistem yang lama. Meski begitu,

dalam aplikasi pendaftaran yang akan digunakan nanti sudah ter upgrade.

“Belajar darai oengalaman tahun lalu sampai servernya down. Dan mudah-mudahan tahun ini nggak lah” katanya.

Kabid Aplikasi, Informasi, dan Komunikasi Publik (AKIP) pada Diskominfo Banten, Amal Heriawan mengaku siap menghadapi PPDB 2019 untuk tingkat SMA/SMK se Banten.

“Secara infrastruktur server kita sudah siap. Saat ini kita masih mwnunggu keputusan sari Dindikbud perihal waktu dibukanya PPDB,” kata Amal

 

Sumber :

https://wellnessplanusa.com/mengenal-tujuan-didirikannya-asean/