Gerak Air Laut

Gerak Air Laut

Gerak Air Laut

Apakah kamu tahu bahwa ternyata air laut berasal dari air yang ada di dalam magma? Menurut penelitian, setiap 5% dari volume magma adalah air. Kandungan mineral magma jugalah yang menjadikan air laut memiliki rasa asin. Diperkirakan dahulu kala banyak tempat di permukaan bumi yang mengeluarkan magma. Akibat peristiwa tersebut, air terpisahkan dari magma menjadi air permukaan yang kemudian mengisi cekungan-cekungan hingga menjadi laut. Diperkirakan sekitar 2 juta km3 air muncul ke permukaan bumi bersama dengan keluarnya magma. Oleh karena sifatnya yang cair sehingga mudah berpindah tempat, air laut mengalami gerakan yang disebut gerak air laut. Dinamika gerak air laut sangat khas, terdiri atas gelombang dan arus.

  1.    Gelombang

Akibat gelombang, permukaan laut terus bergerak tanpa henti dan jarang sekali berada dalam keadaan diam. Gelombang dapat timbul akibat hembusan angin yang lemah sekalipun. Bentuk gelombang terdiri atas crest (titik tertinggi/puncak gelombang), trough(titik terendah/lembah gelombang), wave height (tinggi gelombang), dan wave length(panjang gelombang/jarak antara dua crest atau dua trough yang berdekatan). Terdapat pula istilah periode gelombang dan kemiringan gelombang. Periode gelombang adalah waktu yang dibutuhkan crest untuk kembali ke titik semula secara berturut-turut. Sementara itu, kemiringan gelombang merupakan perbandingan antara panjang gelombang dan tinggi gelombang.

Angin adalah pembangkit gelombang laut yang utama. Sifat-sifat gelombang dipengaruhi oleh kondisi angin, seperti kecepatan angin, lamanya angin bertiup, dan jarak tanpa rintangan saat angin sedang bertiup (fetch). Angin yang bertiup kuat atau kencang dapat membentuk gelombang besar dan dengan kecepatan yang tinggi. Gelombang yang disebabkan oleh angin yang kuat memiliki puncak dengan kemiringan yang kurang curam dibandingkan dengan gelombang yang disebabkan oleh angin yang lemah. Semakin lama angin bertiup, maka semakin lama pula terjadi gelombang. Semakin besar fetch, maka semakin besar pula gelombang yang terbentuk.

Bentuk gelombang akan berubah dan kemudian pecah ketika memasuki perairan dangkal. Gelombang terdiri atas gerakan-gerakan melingkar air laut. Ketika memasuki perairan dangkal, gerakan melingkar paling bawah akan bergesekan dengan dasar laut sehingga bentuk gelombang berubah menjadi elips. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan sifat gelombang sehingga gelombang bergerak ke depan dan tingginya bertambah. Bentuk gelombang ini tidak stabil sehingga akhirnya pecah. Pecah gelombang terjadi disertai dengan gerakan maju dengan kekuatan besar karena gesekan menyebabkan pengereman secara mendadak terhadap gelombang yang sedang berayun. Pengereman mendadak tersebut menyebabkan bagian atas gelombang menghempas jauh ke daratan.

Menurut Hutabarat dan Evans, terdapat 2 bentuk utama pecah gelombang, yaituspiling breaker dan plunging breakerSpiling breaker merupakan bentuk gelombang yang menghempas akibat pengaruh proses yang terjadi secara perlahan-lahan dengan kekuatan gelombang yang tidak teratur. Sementara itu, plunging breaker merupakan bentuk gelombang yang bagian belakangnya cembung, namun bagian depannya runcing dengan puncak gelombang melengkung membentuk cekung ke arah depan. Pecah gelombang jenis ini disertai dengan tenaga yang besar sehingga dapat menimbulkan kehancuran yang hebat.

  1.    Arus

Arus laut terjadi dalam lingkup yang luas, meliputi seluruh lautan di dunia. Secara garis besar, terdapat 3 macam arus utama, yaitu arus yang mengelilingi kutub selatan (terjadi di sekitar 60o LS), arus di daerah ekuator, dan arus di daerah subtropis  (ditandai oleh adanya arus berputar yang disebut gyre). Di belahan bumi utara gyre bergerak searah jarum jam, sedangkan di belahan bumi selatan gyre bergerak berlawanan arah jarum jam. Arus terbentuk akibat adanya gerak angin dan dipengaruhi oleh bentuk topografi dasar lautan, keberadaan pulau-pulau, gaya coriolis (gaya akibat perputaran bumi pada porosnya), dan arus ekman (arus yang diakibatkan oleh pergerakan angin). Selain ketiga arus utama di atas, terdapat pula arus berupa arus musiman/monsoon (terjadi di bagian utara Lautan Hindia dan laut-laut di Asia Tenggara), upwelling (arus naik ke permukaan), dan sinking (arus tenggelam ke bawah).


Baca Artikel Lainnya: