Salsabila, Siswi SMPN 12 Kota Bekasi Raih “Bronze Medalist”

Salsabila, Siswi SMPN 12 Kota Bekasi Raih “Bronze Medalist”

Salsabila, Siswi SMPN 12 Kota Bekasi Raih Bronze Medalist

Salsabila Putri Reivalita, pemenang lomba Matematika Sekolah Menengah Pertama (SMP) tingkat Internasional mendapatkan “Bronze Medalist” pada tanggal 5 – 6 Mei 2018 lalu di Jakarta, Indonesia.

Salsabila dengan panggilan keseharian Salsa (13 tahun) merupakan  anak pertama

dari dua bersaudara dengan ayah bekerja sebagai Karyawan swasta dan Ibu sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Siswi SMP Negeri 12 Kota Bekasi ini , mendapatkan juara tiga tingkat Internasional dari tiga negara yaitu Thailand, Philipina, dan Indonesia dalam Lomba Matematika yang diikuti 600 siswa.
Sekolah pun merasa bangga atas prestasi yang dimiliki Salsa. Menurut Kepala SMP Negeri 12 Kota Bekasi Sungkawati HS,  Salsabila terbilang siswa yang pendiam dan dari keluarga sederhana tapi  aktif dalam pendidikan.
“Salsa ini ibarat pepatah semakin berisi semakin menunduk. Dalam pergaulannya selsa termasuk orang yang pendiam tapi saat dalam pelajaran terutama Matematika, Dia orang yang sangat aktif di antara teman temannya,”ungkap Sungkawati, Selasa (22/5/2018).

Menurutnya, sekolah melihat bakat Selsa dibidang Matematika

, maka itu sekolah memberikan pembimbing khusus untuk memperkuat mental Salsa dan memperluas ilmu hitung yang dimilikinya.
Dari pernyataan guru pembimbing Salsa, Hj. Yani Suryani, Salsa berada di kelas unggulan. Yani selaku pengajar menyampaikan ia memberikan metode pembelajaran dengan cara siswa lebih kreatif artinya  memberikan berupa soal dan meminta siswa untuk memecahkannya terlebih dahulu dan apabila soal selesai dikerjakan, Yani selaku guru mengajak siswa untuk menyelesaikan bersama.
“Saya selaku pengajar memiliki metode sendiri dalam mengajar yaitu membiarkan siswa memecahkan sendiri dahulu soal yang saya berikan dan setelah itu kita kupas bersama. Dan Selsa adalah siswa yang aktif dalam pelajaran,” ujar Yani.

Ia menyatakan, dalam perlombaan Matemayika tingkat Internasional ini

tidak menunjuk salah satu siswa untuk mengikutinya melainkan memberikan kepada seluruh siswa.
“Saya hanya memberikan peluang dan itupun keseluruh siswa. Sengaja saya tidak tunjuk karena kalau saya tunjuk satu, nanti siswa lain jd hilang rasa kepercayaan dirinya. Dan betul saja Salsabila yang mengacungkan tangannya untuk dalam lomba Matematika ini,” ungkap Yani
“Siswa yang pintar banyak, yang lebih pintar juga ada tapi yang punya mental untuk ikut perlombaan, itu yang jarang. Maka dari itu saya tidak tunjuk satu siswa, jika saya tunjuk satu siswa dan ternyata siswa tersebut ga punya mental, nanti dalam perlombaan yang ada ngeblang dan tidak bisa mengerjakan soal,” ujarnya.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/